This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

CINTA YUYAN BUAT KAMU

Dalam hidup ini kita butuh cinta ...........
itu yang kurasaakan saat ini....
aku memilki cinta yang banyakk ada dari temanku,, sahabatku,,,dari keluargaku,,,,kekasihku,, dan keluarga kekasihkuu,,, aku mencintai mereke semua ....
mereka semua mengajariku banyak hal suka duka kami lewati bersama....
saling berbagi dan mengasihi....
mulai dari citaku buat teman temanku ....
aku memiliki  banyak teman di kampus,,, dan di lingkungan sekitarku
di kampus ada gang ku yang namanya lovers all
aku sangat menyangi mereka semua
mereka selalau mensuportku,,,,
melindungiku,,,
aku tak kakn melupakan mereka...seumur hidupku,,,
cintaku buat keluargaku... aku memiliki ayah dan ibu yang sangat perhatian  yang slslu mendukung keberhasilan studiku,,, aku memilki nenek yang setia menasehatiku setiap saaat ,,, aku memilki seorang tante yang slalu membantuku baik itu materi maupun peralatan yang aku butuhkan tante yang slslu membuat aku belajar namanya mandiridan hidup sederhana...
aku sangat menyayangi keluargaku,,,,

sekarang cintaku buat kekasihku
kekasihku saaat ini...semoga ini yang terakhir.... aku mencintainya bukan karna dia lebih dariku dan bukan karna dia kurang dariku,,,,
aku mencitai dia apa adanya...dia membuat aku melupakan sesuatu,,,,
dulu sebelum aku dekat dengannya aku ingin sekali membangtunya menemaninya dalam kesulitan yang dia hadapi  lama lama aku dekat aku mulai merasakan aku butuh dia tuhan....
dia juga butuh aku,,,,
saaat dia terpuruk aku sangat sedih tuhan... dia seakan dalam kesendirian dan tertekan,.... akau sangat sedih melihat keadaan itu....
pacarku mungkin org lain melihat adalah org yang bodoh ,, tak  tau apa apa ,, seperti anak anak dan tdk mandiri tapi di hatiku dia sangat dewasa,,,, kadang yang dia fikirkan jauh berbeda dengan jalan pikirannku,,,,
aku mencintai dia apa adanya tuhan,,,,
mungkin jika kau mengijinkan aku mencintainya,,, jagalah dia untukku
hufttt mungkin kalau akau bercerita tentang pacarku blognya nikma pasti heng..... soalnya panjang ceritanya..... xixixixix
oia sekarang cintaku buat kelurga pacarku,,,,
aku mengenal keluarganya   ayahnya ,, ibunya,, tantenya,, neneknya,, pamannya,, sepupunya, adi adiknya yang aku sagatttttttttttttttttttttttttt sayang..... aku tak tau harus bilang apa karna mereka sanagta menyayangiku  sangat melindungiku,,, pokokknya baik dehhh... aku bahagia sekali bersama mereka,,,, satu yang btdk bisa kulupakan dari keluarga pacarku
saat ulang tahunkuu mereka jauh jauh hadir disini buatku,,,, karnamu SAYANG

capekkkk cerita cerita daadadadahhh i love yuo itu kata terakhirku buat kalian semua,,,,,

Selasa, 06 November 2012

Makalah Filsafat Ilmu

BAB I
PENDAHULAN
1.1    Latar Belakang
Ilmu adalah seperangakat pengetahuan yang merupakan buah pemikiran manusia yangmemiliki metode tertentu yang berguna untuk umat manusia agar manusia dapat senantiasaeksis dalam kehidupannya. Ilmu yang menjadi alat bagi manusia agar dapat menyesuaikan diri dan merubahlingkungan, memiliki kaitan erat dengan kebudayaan. Talcot Parsons (Suriasumantri,1990:272) menyatakan bahwa “Ilmu dan kebudayaan saling mendukung satu sama lain:dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembang dengan pesat, demikian pulasebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar tanpa di dukungperkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapan”. Ilmu dan kebudayaan berada dalamposisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Pada satu pihak perkembangan ilmudalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaan. Sedangkan di pihak lain,pengembangan ilmu akan mempengrauhi jalannya kebudayaan.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia ilmu memiliki arti  pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Menurut Suriasumantri (2001:3). Ilmu merupakan salah satu buah pemikirian manusia dalam menjawab pertanyaan. Sementara itu, Paul Freedman dalam The Principles of Scientific Research mendefinisikan ilmu sebagai bentuk aktivitas manusia yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu pengetahuan dan senantiasa lebih lengkap dan cermat tentang alam di masa lampau, sekarang dan kemudian hari, serta suatu kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dan mengubah lingkungannya serta mengubah sifat-sifatnya sendiri (http://scribd.com/doc/ /FILSAFATILMU.pdf)
1.2    Rumusan Masalah
1.    Apa Definisi Dari Ilmu?
2.    Apa Definisi Dari Kebudayan?

1.3    Tujuan Penulisan
1.    Mendeskripsikan Apa Definisi Dari Ilmu.
2.    Mendeskripsikan Apa Definisi Dari Kebudayaan.














BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Landasan teori menurut para ahli:
Talcot Parsons (Suriasumantri, 1990:272) menyatakan bahwa “Ilmu dan kebudayaan salingmendukung satu sama lain: dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembang denganpesat, demikian pula sebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar tanpadi dukung perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapan”. Ilmu dan kebudayaan beradadalam posisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Pada satu pihakperkembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaan. Sedangkandi pihak lain, pengembangan ilmu akan mempengrauhi jalannya kebudayaan.Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur darikebudayaan. Kebudayaan nasional merupakan kebudayaan yang mencerminkan aspirasi dancita-cita suatu bangsa yang diwujudkan dengan kehidupan bernegara.Dalam kerangka pengembangan kebudayaan nasional ilmu mempunyai peranan ganda(Suriasumantri, 1990:272)a. Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan nasional.b. Ilmu merupakan sumber nilai yang meengisi pembentukan watak suatu bangsa.Dalam perkembangan zaman yang begitu cepat, terkadang ilmu dikaitkan dengan teknologi.Kebudayaan kita tak terlepas dari teknologi. Namun sayangnya yang memiliki pengaruh yangdominan pada kebudayaan adalah teknologi, padahal teknologi adalah buah/produk kegiatanilmiah. Sedangkan ilmu sendiri yang merupakan sumber nilai yang konstruktif memilikiruang yang sempit dalam pengembangan kebudayaan nasional. Maka dari itu, pemahamanterhadap hakikat ilmu perlu dijadikan fokus pembicaraan dalam rangka untukmengembangkan kebudayaan nasional, setelah itu baru dibahas mengenai langkah-langkahapa yang akan ditempuh untuk meningkatkan peranan keilmuan dalam pengembangankebudayaan nasional.a. Ilmu sebagai suatu cara berpikirIlmu merupakan suatu cara berpikir dalam menghasilkan sesuatu kesimpulan yang berupapengetahuan yang dapat diandalkan. Berpikir bukan satu-satunya cara dalam mendapatkanpengetahuan, demikian juga ilmu bukan satu-satunya produk dari kegiatan berpikir. Ilmumerupakan produk dari hasil proses berpikir menurut langkah-langkah tertentu yang secaraumum dapat disebut sebagai berpikir ilmiah.
2.2 Definisi Ilmu
Ilmu merupakan salah satu cara menemukan kebenaran, disamping itu masih terdapat cara-cara lain yang sah sesuai dengan lingkup pendekatan dan permasalahannya masing-masing.Pendewaan terhadap akal sebagai satu-satunya sumber kebenaran harus dihindarkan.3. Meninggikan integritas ilmuan dan lembaga. Dalam hal ini modus operandinya adalahmelaksanakan dengan konsekuen kaidah moral dari keilmuan.4. Pendidikan keilmuan harus sekaligus dikaitkan denga pendidikan moral5. Pengembangan bidang keilmuan harus disertai dengan pengembangan dalam bidangfilsafat terutama yang menyangkut keilmuan6. Kegiatan ilmiah haruslah bersifat otonom yang terbebas dari kekangan struktur kekuasaan.
2.3 Definisi Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia (http://m.www.yahoo.com/). Sementara itu menurut Prof. Dr. Jalaludin, MA. yang disampaikan pada perkuliahan Program Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNSRI menyatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata Cultura Dei yang artinya pengabdian kepada Tuhan.
Pengertian budaya menurut para ilmuan antara lain (http://exalute.wordpress.com)
1.    Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2.    M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3.    Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4.    Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5.    William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6.    Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7.    Francis Merill
a.    Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
b.    Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
8.    Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
Dari berbagai definsi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Namun pada hakikatnya kebudayaan harus bersumber dari nilai-nilai ilahiah agar kebudayaan tersebut tidak mengalami pergeseran makna dan aplikasi. Akan bagian terpenting untuk melestarikan kebudayaan agar kebudayaan tersebut selalu berdiri diatas ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang dijunjung tinggi.


BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Ilmu dan Pengembangan Kebudayaan Nasional Indonesia

Talcot Parsons (Suriasumantri, 1990:272) menyatakan bahwa “Ilmu dan kebudayaan saling mendukung satu sama lain: dalam beberapa tipe masyarakat ilmu dapat berkembang dengan pesat, demikian pula sebaliknya, masyarakat tersebut tak dapat berfungsi dengan wajar tanpa di dukung perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapan”. Ilmu dan kebudayaan berada dalam posisi yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Pada satu pihak perkembangan ilmu dalam suatu masyarakat tergantung dari kondisi kebudayaan. Sedangkan di pihak lain, pengembangan ilmu akan mempengrauhi jalannya kebudayaan.

Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan dan pengetahuan merupakan unsur dari kebudayaan. Kebudayaan nasional merupakan kebudayaan yang mencerminkan aspirasi dan cita-cita suatu bangsa yang diwujudkan dengan kehidupan bernegara.

Dalam kerangka pengembangan kebudayaan nasional ilmu mempunyai peranan ganda (Suriasumantri, 1990:272)
a.       Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan nasional.
b.      Ilmu merupakan sumber nilai yang meengisi pembentukan watak suatu bangsa.
Dalam perkembangan zaman yang begitu cepat, terkadang ilmu dikaitkan dengan teknologi. Kebudayaan kita tak terlepas dari teknologi. Namun sayangnya yang memiliki pengaruh yang dominan pada kebudayaan adalah teknologi, padahal teknologi adalah buah/produk kegiatan ilmiah. Sedangkan ilmu sendiri yang merupakan sumber nilai yang konstruktif memiliki ruang yang sempit dalam pengembangan kebudayaan nasional. Maka dari itu, pemahaman terhadap hakikat ilmu perlu dijadikan fokus pembicaraan dalam rangka untuk mengembangkan kebudayaan nasional, setelah itu baru dibahas mengenai langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk meningkatkan peranan keilmuan dalam pengembangan kebudayaan nasional.
a.       Ilmu sebagai suatu cara berpikir
Ilmu merupakan suatu cara berpikir dalam menghasilkan sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan yang dapat diandalkan. Berpikir bukan satu-satunya cara dalam mendapatkan pengetahuan, demikian juga ilmu bukan satu-satunya produk dari kegiatan berpikir. Ilmu merupakan produk dari hasil proses berpikir menurut langkah-langkah tertentu yang secara umum dapat disebut sebagai berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah merupakan proses berpikir/ pengembangan pikiran yang tersusun secara sistematis yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang sudah ada.
b.      Ilmu sebagai asas moral
Dari awal perkembangan ilmu selalu dikaitkan dengan masalah moral. Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bumi berputar mengelilingi matahari, yang kemudian diperkuat oleh Galileo (1564-1642) yang menyatakan bumi bukan merupakan pusat tata surya yang akhirnya harus berakhir di pengadilan inkuisisi. Kondisi ini selama 2 abad mempengaruhi proses perkembangan berpikir di Eropa. Moral reasioning adalah proses dimana tingkah laku manusia, institusi atau kebijakan dinilai apakah sesuai atau menyalahi standar moral. Kriterianya: Logis, bukti nyata yang digunakan untuk mendukung penilaian haruslah tepat, konsisten dengan lainnya (http://scribd.com.FilsafatIlmu_dan_MetodeRiset)
Dua karakteristik yang merupakan asas moral bagi ilmuan antara lain (Suriasumantri, 1990:274):
              i.     Meninggikan kebenaraan
Ilmu merupakan kegiatan berpikir untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, atau secara lebih sederhana, ilmu bertujuan untuk mendapatkan kebenaran. Kriteria kebenaran ini pada hakikatnya bersifat otonom dan terbebas dari struktur kekuasaan diluar bidang keilmuan. Ini artinya, untuk mendapatkan suatu pernyataan benar atau salah seorang ilmuan harus terbebas dari intervensi pihak lain diluar bidang keilmuan
             ii.         Pengabdian secara universal
Seorang ilmuan tidak mengabdi pada golongan tertentu, penguasa, partai politik ataupun yang lainnya. Akan tetapi seorang ilmuan harus mengabdi untuk kepentingan khalayak ramai.
Dari karakteristik ilmuan diatas, dapat kita ketahui bahwa ilmu yang merupakan kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar haruslah terlepas dari pengaruh asing diluar bidang keilmuan (bebas nilai) dan harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas bukan golongan tertentu. Namun dalam hal ini para ilmuan dalam rangka untuk melakukan penelitian tidak dapat terlepas dari nilai-nilai ilahiyah, norma yang berlaku dalam masyarakat dan kondisi budaya agar hasil dari penelitian tersebut tidak mendatangkan kerusakan yang berakibat fatal, baik bagi manusia itu sendiri maupun alam semesata.
c.    Nilai-nilai ilmiah dan pengembagnan kebudayaan nasional
Nilai yang terpancar dari hakikat keilmuan yakni, kritis, rasional, logis, obyektif, terbuka, menjunjung kebenaran dan pengabdian universal (Suriasumantri, 1990:275).
Pada hakikatnya, perkembangan kebudayaan nasional adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang bersifat konvensional kearah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan asprasi dan tujuan nasional. Proses perkembangan kebudayaan ini pada dasarnya adalah penafsiran kemabli nilai-nilai konvensional agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman serta penumbuhan nilai-nilai bru yang fungsional. Untuk terlaksananya proses dalam pengembangan kebudayaan nasional tersebut maka diperlukan sifat kritis, rasional, logis, obyektif, terbuka, menjunjung kebenaran dan pengabdian universal (Suriasumantri).
d.      Kearah peningkatan peranan keilmuan
Berdasarkan pada penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa ilmu memiliki peran dalam mendukung perkembangan kebudayaan nasional. Diperlukan langkah-langkah yang sistemik dan sistematik untuk meningkatkan peranan dan kegiatan keilmuan dalam peerkembangan kebudayaan nasional yang pada dasarnya mengandung beberapa pemikiran sebagaimana tercakup di bawah ini (Suriasumantri, 1990:278)., antara lain:
  i.       Ilmu merupakan bagian dari kebudayaan dan oleh sebab itu langkah-langkah ke arah peningkatan peranan dan kegiatan keilmuan harus memperhatikan situasi kebudayaan masyarakat kita.
ii.       Ilmu merupakan salah satu cara menemukan kebenaran, disamping itu masih terdapat cara-cara lain yang sah sesuai dengan lingkup pendekatan dan permasalahannya masing-masing. Pendewaan terhadap akal sebagai satu-satunya sumber kebenaran harus dihindarkan.
iii.       Meninggikan integritas ilmuan dan lembaga. Dalam hal ini modus operandinya adalah melaksanakan dengan konsekuen kaidah moral dari keilmuan.
iv.       Pendidikan keilmuan harus sekaligus dikaitkan denga pendidikan moral
v.           Pengembangan bidang keilmuan harus disertai dengan pengembangan dalam bidang filsafat terutama yang menyangkut keilmuan
vi.      Kegiatan ilmiah haruslah bersifat otonom yang terbebas dari kekangan struktur kekuasaan. Namun ini bukan berarti kegiatan keilmuan harus bebas dari sistem kehidupan. Seorang ilmuan tidak akan terlepas dari kehidupan sosial, ideology dan agama, walaupun tidak mengikat namun seorang ilmuan harus memperhatikan norma-norma yang berlaku pada masing daerah.
e.     Pola Kebudayaan Nasional terhadap Ilmu
Ilmuan-Pengarang terkenal CP. Snow dalam bukunya yang sangat provokatif The Two Culture mengingatkan Negara-negara barat akan adanya dua pola kebudayaan dalam tubuh mereka yakni masyarakat ilmuan dan non ilmuan yang menghambat kemajuan di bidang ilmu dan teknologi. Analogi ini dapat diterapkan pula di Negara kita, akan lebih jauh lagi dimana dalam bidang keilmuan itu sendiri di Negara kita telah mengalami polarisasi dan membentuk kebudayaan sendiri. Polarisasi ini didasarkan kepada kecenderungan beberapa kalangan tertentu untuk memisahkan ilmu kedalam dua golongan yakni ilum-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial (Suriasumantri, 1990:275).
Memang tidak dapat dielak bahwa terdapat perbedaan antara ilmu alam dan ilmu sosial, namun perbedaan ini tidak mengarah kepada perbedaan yang fundamental. Dasar epistimologi dan aksiologi kedua ilmu tersebut sama, metode yang dipergunakan untuk mendapatkan ilmu tersebut juga menggunakan metode ilmiah yang sama.
Dalam hal ini objek (ontology) dari masing-masing ilmu terebut yang berbeda. Objek Ilmu Pengetahuan alam adalah alam semesta seperti gejala fisika, reaksi kimia, anatomi tubuh manusia, hewan dan tumbuhan dan lain sebagainya. Sementara yang menjadi objek dari ilmu pengetahuan social adalah perilaku manusia baik dia sebagai individu maupun sebagai manusia sosial, sistem kehidupan yang berlaku dan lain sebagainya. Walaupun perbedaan ini terdapat pada perbedaan objek (ontologi) ilmu atau objek yang diteliti, ini tidak seharusnya menjadi jurang pemisah antara ilmu-ilmu itu sendiri.
Namaun secara teknis dapat kita lihat bahwa ilmu-ilmu alam mempelajari dunia fisik yang relatif tetap dan pasti dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial yang menjadaikan mansuia sebagai objek penelaahan. Manusia memiliki satu karakteristik yang unik yang membedakan dia dengan wujud yang lain. Manusia mempunyai kemampuan untuk belajar, dan dengan faktor inilah dia mampu mengembangkan kebudayaan dari waktu ke waktu. Perbedaan variasi karakter ini tidak hanya dari segi waktu saja namun perbedaan daerah juga menyebabkan perbedaan kebudayaan.
Namun dengan perbedaan ini tidak menjadi jurang pemisah antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena tujuan dari ilmu adalah mencari penjelasan dari gejala-gejala yang kita temukan yang memungkinkan kita mengetahui sepenuhnya hakikat objek yang kita hadapi (Suriasumantri, 1990:282). Hal ini berlaku bagi ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial.
Adanya dua kebudayaan yang terbagi kedalam ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial ini masih terdapat di Indonesia. Hal ini dicerminkan dengan adanya jurusan Pasti-Alam dan Sosial-Budaya dalam sistem pendidikan kita, ini dapat kita lihat pada penjurusan kelas siswa di Sekolah Menengah Atas dan di perguruan tinggi. Jika kita menginginkan kemajuan dalam bidang keilmuan yang mencakup baik ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam, maka dualisme kebudayaan ini harus dibongkar. Adanya pembagian jurusan ini merupakan hambatan psikologis dan intelektual bagi pengembangan keilmuan di negara kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jurusan pasti (alam) dianggap lebih mempunyai prestise dibandingkan dengan jurusan sosial. Hal ini akan menyebabkan mereka mempunyai minat dan bakat di bidang ilmu-ilmu sosial akan terbujuk memilih jurusan ilmu-ilmu alam karena alasan sosial-psikologis. Di pihak lain mereka yang terkotak dalam jurusan sosial-budaya dalam proses pendidikannya kurang mendapatkan bimbingan yang cukup tentang pengetahuan matematikanya untuk menjadi ilmuan yang handal di bidangnya, karena mereka menganggap bahwa matematikan bukan merupakan bagian dari ilmu sosial.
Suatu usaha yang fundamental dan sistematis dalam menghadapi masalah ini perlu diusahakan. Adanya dua pola kebudayaan dalam bidang keilmuan kita, bukan saja merupakan sesuatu yang regresif melainkan juga destruktif, bukan saja bagi keilmuan itu sendiri, melainkan juga bagi pengembangan peradaban secara keseluruhan.












BAB IV
PENUTUPAN.
4.1 Simpulan
Berdasar dengan pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Ilmu merupakan bagian terpenting dalam membangun dan mengembangkan kebudayaannasional. Ilmu dan kebudayaan saling memiliki ketergantungan. Kebudayaan yangmerupakan seperangkat nilai yang berlaku dalam masyarakat harus di dasari olehilmu, agar kebudayaan tersebut dapat selalu berkembang sesuai dengan jalurnya.Sementara ilmu tidak dapat berkembang jika tidak di iringi oleh kebudayaan, dalamhal ini adalah kebudayaan ilmiah. Agar kebudayaan tersebut senantiasa berdiridiatas ilmu dan nilai-nilai normative yang bermuara pada nilai-nilai ilahiyah makadibutuhkan pendidikan untuk melestarikan kebudayaan tersebut agar tetap beradapada jalurnya.
4.2 Saran
        Ilmu dan kebudayaan harus seimbang dalam perkembangannya karena jika pelaku kebudayaan tidak mempunyai ilmu maka perkembangan kebudayaan tidak akan berjalan sesuai dengan aturanya.







Senin, 05 November 2012

RPP kelas 1 SD semester 1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

T e m a : Lingkungan
Kelas / Semester : I / I
Alokasi Waktu : 3 x 35

A. Standar Kompetensi :
1. IPA : 3. Mengenal berbagai sifat benda dan kegunaannya melalui pengamatan perubahan bentuk benda
2. Matematika : 2. Menggunakan pengukuran waktu dan panjang
3. Bahasa Indonesia
Berbicara : 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi, secara lisan dengan perkenalan dan tegur sapa, pengenalan benda dan fungsi anggota tubuh, dan deklamasi
B. Kompetensi Dasar :
1. IPA : 3.1 Mengidentifikasi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatan
2. Matematika : 2.3 Mengenal panjang suatu benda melalui kalimat sehari-hari (pendek, panjang) dan membandingkannya
3. Bahasa Indonesia : 2.3 Mendeskipsikan benda-benda di sekitar dan fungsi anggota tubuh dengan kalimat sederhana
C. Indikator :
1. Kognitif
a.   Produk
IPA : - Menjelaskan kegunaan suatu benda
Matematika : - Membandingkan panjang benda
Bahasa Indonesia : - Menyebutkan warna, bentuk dan permukaan benda
b. Proses
IPA : - Mengidentifikasi benda di sekitar berdasarkan bentuknya.
Matematika : - Mengukur panjang suatu benda dengan satuan tidak baku
Bahasa Indonesia : - Menyebutkan ciri-ciri benda di sekitar.

2. Afektif : - Berani, mandiri, rasa ingin tahu
- Keterampilan sosial, meliputi bertanya, menjadi pendengar yang baik, berlatih berkomunikasi verbal.
3. Psikomotor : - Menunjukkan kejelasan suara dan penggunaan kalimat.

D. Tujuan Pembelajaran : -
1. Kognitif
a.   Produk
IPA : - Setelah menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu menjelaskan kegunaan suatu benda
Matematika : - Setelah menyimak bacaan dalam besar, siswa mampu membandingkan panjang benda
Bahasa Indonesia : - Setelah menyimak pembacaan buku besar, siswa mampu menyebutkan warna, bentuk dan permukaan benda

b. Proses
IPA : - Dengan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu mengidentifikasi benda di sekitar berdasarkan bentuknya.
Matematika : - Dengan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu mengukur panjang suatu benda dengan satuan tidak baku
Bahasa Indonesia : - Dengan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu menyebutkan ciri-ciri benda di sekitar.
2. Afektif : - Melalui kegiatan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi: keberanian, mandiri, rasa ingin tahu.
- Melalui kegiatan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu mengembangkan keterampilan sosial, meliputi bertanya, menjadi pendengar yang baik, berlatih berkomunikasi verbal.
3. Psikomotor : - Dengan menyimak bacaan dalam buku besar, siswa mampu menunjukkan kejelasan suara dan penggunaan kalimat dalam menjawab pertanyaan tentang bacaan dalam buku besar.

E. Materi Pembelajaran :
1. IPA : - Benda di lingkungan sekitar
2. Matematika : - Mengukur panjang suatu benda
3. Bahasa Indonesia : - Mendeskripsikan benda-benda di sekitar

F. Model dan Metode
Pembelajaran : Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah pembelajaran langsung. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan  penugasan.
G. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (+  15 Menit)
- Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengawali pelajaran.
- Mengabsen siswa
- Siswa menyanyikan lagu “Balonku”














- Guru melakukan tanya jawab untuk mengarahkan ke topik bahasan yang akan dipelajari berdasarkan lagu yang telah yang dinyanyikan:
Apa judul lagu yang telah kamu nyanyikan tadi?
Bagaimana bentuk balon?
Apa saja warna balon dalam lagu tersebut?
- Mengantarkan siswa ke topik bahasan yang akan dipelajari berdasarkan tanya jawab tentang gambar yang diamati.
- Menyampaikan tujuan pembelajaran

2.  Kegiatan Inti (+  70 Menit)
- Siswa diminta untuk menyimak bacaan dalam buku besar sambil mengamati berbagai gambar dalam buku besar tersebut.
- Siswa diberikan kesempatan bertanya atau mengungkapkan pendapatnya tentang buku besar yang telah dibaca.
- Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan atau melakukan kegiatan sesuai perintah guru yang berhubungan dengan bacaan dalam buku besar secara lisan seperti :
Apa saja benda-benda yang ada dalam kelas?
Bagaimana bentuk benda-benda dalam kelas?
Coba ukurlah panjang meja dengan menggunakan jengkalmu!
Coba kamu jelaskan bentuk dan warna papan tulis yang ada di kelas!
Coba kamu jelaskan bentuk dan warna jam dinding yang ada di kelas
- Siswa diminta secara mandiri mengerjakan LKS yang dibagikan oleh guru.
- Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir dan menganalisis dalam menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa rasa takut;
- Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
- Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan.
3. Kegiatan Akhir (+  20 Menit)
- Bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
- Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
- Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
- Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut.

H. Sumber dan Media
Pembelajaran : - Buku BSE IPA untuk Kelas I. Ari Pitoyo dan Issufiah Dwi Nuryati. Pusat Perbukuan Depdiknas. Jakarta. 2010.
- Buku BSE Matematika untuk Kelas I. Wakino dan C. Jacob. Pusat Perbukuan Depdiknas. Jakarta. 2009.
- Buku BSE Bahasa Indonesia untuk Kelas I. Ismail Kusmayadi, dkk. Pusat Perbukuan Depdiknas. Jakarta. 2008.
- Buku Besar
- Gambar
- Lembar Kerja Siswa (LKS)
I. Penilaian : 1. Penilaian Kognitif
a. Produk
1) Teknik Penilaian : Tes tertulis
2) Rubrik Penilaian : (terlampir)
b. Proses
1) Teknik Penilaian : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2) Rubrik Penilaian : Lembar Pengamatan
2. Penilaian Afektif
a. Teknik Penilaian: non tes
b. Rubrik Penilaian: (terlampir)
3. Penilaian Psikomotor
Teknik Penilaian: non tes (pengamatan)


Mengetahui Gorontalo, . . . . . . . . . . . . . 2012
Guru Pamong Peserta PPG



Zumramang Noho, S.Pd Raharjo Ismail, S.Pd
NIP. 19581024 198111 1 003  Nip. 19770414 200604 1 006

Menyetujui
Dosen Pembimbing



Dra. Ratnarti Pahrun, M.Pd
Nip. 19590917 198703 2 002

Lampiran 1

LEMBAR KERJA SISWA

Nama Siswa : ______________________

Pasangkanlah pertanyaan dengan gambar jawaban dengan cara menarik garis!



benda yang berbentuk bulat adalah . . . .





benda yang berbentuk kotak adalah . .







pensil ukurannya lebih . . .






penghapus ukurannya lebih . . .




rodaku ada dua
kamu sering bermain denganku
aku adalah . . .
















Lampiran 2

KUNCI JAWABAN
LEMBAR KERJA SISWA




benda yang berbentuk bulat adalah . . . .





benda yang berbentuk kotak adalah . .







pensil ukurannya lebih . . .






penghapus ukurannya lebih . . .




rodaku ada dua
kamu sering bermain denganku
aku adalah . . .




Pedoman Pensekoran Lembar Kerja Siswa

Deskripsi Skor
Semua pasangan benar 10
Empat pasangan benar 8
Tiga pasangan benar 6
Dua pasangan benar 4
Satu pasangan benar 2
Semua pasangan salah 0



Lampiran 3


KISI-KISI DAN RUBRIK PENILAIAN KOGNITIF PRODUK

No. Indikator No. Butir Soal Skor
1. IPA :
Menjelaskan kegunaan suatu benda 1
2 2
2
2. Matematika :
Membandingkan panjang benda 3
4 2
2
3. Bahasa Indonesia :
Menyebutkan warna, bentuk dan permukaan benda 5 2
Jumlah 10

LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF (PRODUK)
DAN KUNCI JAWABAN

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Pensil berguna untuk
2. Buku berguna untuk
3. dasi ayah lebih
dari pada dasi nano






4. tongkat adik lebih
dari tongkat ardi




5. dipakai untuk membawa buku
dibawa ke sekolah
namaku adalah

Kunci Jawaban
1. Pensil berguna untuk
2. Buku berguna untuk
3. dasi ayah lebih
dari pada dasi nano
4. tongkat adik lebih
dari tongkat ardi
5. dipakai untuk membawa buku
dibawa ke sekolah
namaku adalah
Lampiran 4

LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF PROSES
 (Lembar Observasi Kegiatan Individu)

Nama peserta didik: ________ Kelas: _____
No. Aspek Yang Dinilai Baik Tidak Baik
1. Kemampuan mengemukakan pendapat
2. Kemampuan bertanya
3. Penguasaan Substansi materi
Skor yang dicapai
Skor maksimum


Keterangan :
Baik mendapat skor 1
Tidak baik mendapat skor 0
Nilai akhir =  x 100