Minggu, 04 November 2012

makalah pengembangan bahan pembelajaran SD


Makalah
PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN SD
“ Bahan Pembelajaran Sekolah Dasar dan Karakteritiknya “

Disusun Oleh

NIKMA H MUHAMMAD  : 151409130
DEWIYUL H. KASIATI : 151407012
KARMILA AHMAD : 151409111







JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2012


KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena  berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga makalah ini yang berjudul “ Bahan Pembelajaran Sekolah Dasar dan Karakteristiknya ” ini dapat terselesaikan.
Penyusun juga mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan, maupun mengenai tata bahasa yang digunakan. Oleh karenanya penyusun menharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun guna kelancaran dalam penyusunan makalah-makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita terutama dalam mengenai bentuk-bentuk permukaan bumi yang ada di indonesia, serta dapat memajukan Universitas Negeri Gorontalo di masa yang akan datang.

Gorontalo,     September 2012

Penyusun








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan pebelitian

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian bahan pembelajaran SD
2.2 Karakteristik Bahan Pembelajaran SD
2.3 Bentuk bahan pembelajaran SD
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kegiatan belajar mengajar, sebenarnya berada pada kondisi yang baik, sebab secara sengaja atau tidak sengaja masing-masing pihak berada dalam suasana belajar. Jadi guru walaupun dikatakan pengajar sebenarnya tidak langsung juga melakukan belajar.
 Peran guru dan peran siswa sangat berkaitan. Karena dalam pembelajaran siswa melaksanakan aktivitas belajar yang sangat bervariasi misalnya, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, mengamati guru dalam mendemonstrasikan, melakukan latihan, membongkar dan memasang kembali suatu bangunan, membaca, menulis, menggambar, mengejakan soal, mengkaji bahan cetak, dan sebagainya. Hal tersebut menghendaki peran guru yang lebih dari sekedar sebagai informatory atau penceramah saja.
Guru dalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan suatu bahan ajar karena digunakan untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dan dari proses belajar mengajar ini akan diperoleh suatu hasil yang pada umumnya disebut hasil pengajaran.

1.2 Rumusan Masalah
1. Menjelaskan Pengertian bahan pembelajaran di SD?
2. Menjelaskan Karakteristik bahan pembelajaran di SD?
3. Menjelaskan macam-macam bentuk bahan pembelajaran di SD?

1.3 Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini bertujuan agar mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, karakteristik dan macam-macam bentuk bahan pembelajaran di Sekolah Dasar.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN BAHAN PEMBELAJARAN
2.1.1 Pengertian Bahan Ajar
Menurut Sungkono dkk (2003:1) Bahan Pembelajaran adalah seperangakat bahan yang memuat materi atau isi pembelajaran yang “didesain” untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suatu bahan pembelajaran memuat materi, pesan atau isi mata pelajaran. Dengan kata “didesain” dapat diketahui bahwa bahan pembelajaran juga dapat diwujudkan berupa media pembelajaran, alat peraga pembelajaran yang dapat digunakan untuk belajar siswa dalam proses pembelajaran, dan sumber belajar yang membantu guru dan siswa dalam pembelajaran.
Bahan pembelajaran sekolah dasar merupakan seperangkat bahan yang memuat materi atau isi pembelajaran sekolah dasar ( sesuai kurikulum SD ) yang “didesain” dalam bentuk bahan yang digunakan siswa dan guru dalam prosespembelajaran utnuk mencapai tujuan pembelajaran di Sekolah Dasar. Ada dua bentuk bahan pembelajaran yaitu :
1. Bahan pembelajaran yang “didesain” lengkap, artinya bahan pembelajaran yang memuat semua komponen pembelajaran  secara utuh, meliputi : tujuan pembelajran atau kompotensi yang akan dicapai, kegiatan belajar yang harus dilakukan siswa, materi pembelajaran, latihan dan tugas, evaluasi, dan tugas, evaluasi, dan umpan balik. Contoh kelompok bahan pembelajaran ini adalah, modul pembelajaran, audio pembelajaran, video pembvelajaran, pembelajaran bebasis computer, pembelajaran berbasis Web/internet.
2. Bahan pembelajaran yang “didesain” tidak lengkap, artinya bahan pembelajaran yang didesain dalam bentuk sumber balajar, media pembelajaran atau alat peraga yang digunakan sebagai alat bantu ketika guru dan siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran. Contoh kelompok bahan pembelajaran ini meliputi, pembelajaran dengan berbagai alat peraga, belajar dengan transparansi, belajar dengan buku teks, peta, globe, model kerangka manusia, dan sebagainya. Misalnya, guru akan mengajarkan materi tentang pulau-pulau besar di Indonesia. Peta dapat diklarifikasikan sebagai bentuk desain bahan pembelajaran yang berisi materi tentang kepulauan Indonesia.
Bahan pembelajaran perlu dikembangakan dan organisasi secara mantap dan matang agar pembelajaran tidak melenceng dari tujuan yang hendak dicapai.
2.2 KARAKTERISTIK BAHAN PEMBELAJARAN SD
Pembelajaran di Sekolah Dasar mempunyai karakteristik yang sangat berbeda  dengan pembelajaran di Sekolah Menengah. Hal ini disebabkan karena karakteristik  siswa  SD berbeda  dengan  siswa  sekolah  menengah.  Secara  institusional  tujuan  pembelajaran di sekolah dasar lebih ke arah pengembangan potensi dasar para siswa  SD, karena potensi dasar ini sangat diperlukan untuk belajar dan pembelajaran pada  tingkat  pendidikan  selanjutnya. Apabila  belajar  dan  pembelajaran  di  SD  tidak dilaksanakan  sebagaimana  mestinya,  sehingga  potensi  dasar  tidak  berkembang dikhawatirkan menjadi penghambat bagi perkembangan    siswa selanjutnya, khususnya  dalam  mengikuti  program-program  belajar dan  pembelajaran  di  sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka bahan pembelajaran SD hendaknya memiliki  karakteristik bahan pembelajaran sebagaimana bahan pembelajaran pada umumnya tapi memperhatikan karakteristik siswa SD seperti berikut ini.
1. Bahan  pembelajaran  SD  hendaknya  memiliki  karakteristik  dapat   membelajarkan  sendiri  para siswa (self  instructional), artinya bahan pembelajaran SD mempunyai  kemampuan menjelaskan yang sejelas-jelasnya semua bahan yang termuat di dalamnya dan diperlukan bagi pembelajaran siswa SD.
2. bahan pembelajaran bersifat lengkap, sehingga memungkinkan siswa tidak  perlu  lagi  mencari  sumber  bahan  lain.  Hal  ini  dimaksudkan  agar  tidak mempersulit   siswa   dalam   belajar,   meskipun   pada   sisi   lain   dapat   mematikan kreativitas  siswa.  Dengan  sifat  lengkap  bahan  pembelajaran  juga  dapat  mengatasi kekurangan buku pelajaran di SD.
3. Bahan  pembelajaran  bersifat  fleksibel,  dapat  digunakan  baik  untuk belajar   klasikal,   kelompok   dan   mandiri.  
4. Desain   bahan   pembelajaran   SD   dibuat   dalam   format   yang sederhana  tidak  terlalu  kompleks  dan  detail,  yang  penting  bahan  pembelajaran  SD mampu  merangsang perkembangan  seluruh  potensi  dasar  siswa  SD.  Misalnya, mengembangkan  potensi  berbahasa,  berimajinasi,  berpikir  kritis,  aktif  dan  kreatif, dan potensi-potensi lain yang mendasari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk tingkat pendidikan selanjutnya.
5. Tampilan  bahan  pembelajaran  SD  harus  menarik  perhatian  siswa, misalnya dengan desain sampul bergambar, berwarna-warni, dihiasi gambar-gambar yang  disenangi  anak-anak  SD  (gambar  binatang  kesayangan,  dan  sebagainya).

2.3 BENTUK BAHAN PEMBELAJARAN SD
Dalam uraaian ini akan dibahas format bahan pembelajaran  dalam  bentuk:  media  sederhana,  media  grafis,  media  cetak,  media audio,  media  video,  dan  media  berbasis  computer.
Format Media Sederhana
Alat  peraga  visual  yang  digunakan  guru  sering  diambil  dari  lingkungan sekitar yang relevan dengan materi pelajaran dan dalam bentuk benda-benda nyata. Misalnya, batu-batuan, tumbuh-tumbuhan, binatang yang diawetkan, dan benda-benda lainnya. Alat peraga ini merupakan kelompok bahan pembelajaran dengan format  tak lengkap, karena hanya menampilkan desain visual belaka dan tidak dilengkapi dengan komponen pembelajaran yang lain.
Akan  tetapi  bila  di  lingkungan  sekitar  tidak  didapatkan  alat  peraga,  maka guru  berusaha  mengembangkan  alat  peraga sederhana,  asal  dapat  dan mampu  membantu  menjelaskan  materi  pelajaran  yang  bersifat  abstrak.  Misalnya, obyek,  specimen,  mock  up,  model  tiruan  (globe,  kerangka  manusia),  bak  pasir, ritatoon   (gambar   cerita),   rotatoon   (gambar   seri   yang   diputar),   herbarium, insektarium,    dan    sebagainya.    Alat-alat    peraga    tersebut    nampaknya    masih memungkinkan  untuk  dikembangkan  sebagai  bahan  ajar  di  sekolah  dasar,  apalagi efektivitasnya masih tinggi dalam menanamkan konsep/materi pelajaran untuk siswa sekolah dasar.
Kelebihan alat peraga sederhana diantaranya:
a.   Mudah diperoleh di lingkungan sekolah
b.   Lebih realistis sehingga mudah dipahami
c.   Relatif murah, sehingga mampu dikembangkan oleh sekolah

Format Media Grafis
Media  grafis  adalah  betuk  bahan  pembelajaran  yang  didesain  dalam  bentuk gambar  dan  tulisan  hasil  gambar  dan  tulisan  tangan.  Guru  dapat  menggambar berbagai  bentuk  benda  yang  tidak  mungkin  diperoleh  benda  aslinya  di  sekitar sekolah.  Guru  dapat  menggambar  binatang  buas  yang  berbahaya  bila  dipelajari secara  langsung.  Guru  dapat  menggambar  benda  planet  seperti  matahari,  bulan, bintang  yang  jauh  di  langit,  dan  guru  dapat  menggambar  benda-benda  lain  yang cocok dengan materi yang diajarkan.
Beberapa media pembelajaran yang termasuk kelompok media grafis adalah sebagai berikut: Gambar/foto, Sketsa, Diagram, Bagan/Chart, Grafik, Kartun, Poster, Peta dan Globe, Papan Flanel, Papan Buletin. Kelebihan media grafis tidak ubahnya media  sederhana,  yaitu  mudah  dibuat  sendiri  oleh  guru,  bahan  mudah  diperoleh disekitar sekolah, murah harganya dan terjangkau oleh sekolah, dsb.
Format Bahan Pembelajaran Cetak
Bahan pembelajaran dapat juga didesain dengan format  media cetak. Bahan pembelajaran  dengan  format  ini  lebih  menekankan  pada  teknis  produksi  media melalui   proses   cetak   (printed   material).   Beberapa contoh media  cetak  ini  antara  lain  surat  kabar,  majalah,  brosur,  makalah,  buku  teks,  dan sebagainya.
Pada perkembangan di bidang pendidikan dan pembelajaran, media cetak ini dimanfaatkan  untuk  pengembangan  bahan  pembelajaran  di  sekolah. Bahan  pembelajaran  dengan  format  media  cetak  yang  sekarang dikembangkan di sekolah-sekolah antara lain, buku pelajaran,  modul pembelajaran, hand out, LKS (lembar kerja siswa), majalah sekolah, dan sebagainya.
Kelebihan bahan pembelajaran cetak antara lain:
a.   dapat untuk pembelajaran mandiri,
b.  dapat  melengkapi  kegiatan  pembelajaran  dengan  berbagai  sumber bahan cetak,
c.   bahan  cetak  lebih  ekonomis,  bila  memuat  banyak  gambar,  chart,  peta, diagram atau gambar lain, dibanding dengan menyiapkan slide, film strip atau film.
Format bahan pembelajaran audio
Media audio sangat berkaitan dengan indera  pendengaran. Ada beberapa jenis media yang termasuk kelompok media audio, antara lain: radio, tape rekorder, piringan hitam, laboratorium bahasa, CD audio pembelajaran. Untuk pembelajaran  di  sekolah  dasar  media  audio  yang  mungkin  dapat  dikembangkan adalah dengan media rekam audio atau program kaset audio. Program  kaset  audio  yaitu  suatu  program  instruksional  yang  direkam  pada pita kaset audio yang dapat didengarkan kembali dengan menggunakan alat penampil tape  recorder.  Kaset  audio  banyak  digunakan  baik  untuk  program  berdiri  sendiri maupun untuk mengiringi gambar-gambar proyeksi seperti gambar, foto, slide, film strip  dan  bahan  cetak.  Kaset  audio  dapat  juga  dipakai  untuk  belajar  klasikal, kelompok  dan  perorangan  seperti  di  laboratorium  bahasa.
Secara garis besar kelebihan media audio khususnya program kaset audio adalah:
a. Dapat mengembangkan daya imajinasi siswa
b. Dapat merangsang partisipasi aktif siswa dalam belajar
c. Dapat mengerjakan dan menyampaikan materi yang tidak dapat disampaikan guru
d. Khusus  radio  dapat  mengatasi  keterbatasan  ruang  dan  waktu  karena  daya jangkaunya luas
e. Khusus  media  rekaman  dapat  diputar  berulang,  dan  dapat  dihapus  dan  diisi ulang
f. Khusus laboratorium bahasa dapat digunakan belajar dan melatih siswa untuk mendengar dan bicara dalam bahasa asing. Agar  mendapat  program  audio  yang  baik  dan  berkualitas,  maka  dalam pengembangan  media  audio  sebaiknya  dengan  persiapan  yang  matang
Format bahan pembelajaran video
Media video adalah salah satu dari jenis media audio-visual. Media audio-visual seperti film, televisi, slide suara, permaianan simulasi. Video pembelajaran sebagai media audio-visual menampilkan pesan gerak. Adapun pesan yang disampaikan harus bersifat fakta (kejadian/peristiwa, dan berita) maupun fiktif (seperti cerita), bersifat informatif, edukatif maupun instruksional.
Kelebihan media video pembelajaran adalah:
a.   dapat menarik perhatian untuk periode yang singkat
b.  menyajikan informasi dari para ahli/spesialis
c.   informasi dapat dipersiapkan secara matang melalui proses produksi
d.  rekaman dapat diputar berulang-ulang
e.   bisa  menyajikan  materi/objek  secara  dekat  dan  bergerak  meskipun  objek
adalah sesuatu yang berbahaya bagi siswa
f.   peyajian dapat diatur, misalnya suara bisa dibesar atau dikecilkan, tayangan
bisa dihentikan dan dilanjutkan sesuai kebutuhan, dst.


Format bahan pembelajaran berbasis komputer
Perkembangan  teknologi  informatika  telah  menghasilkan  peralatan  canggih yang  disebut  komputer. Bagi pembelajaran komputer dapat juga dimanfaatkan sebagai alat untuk mengembangkan program pembelajaran.



















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teori belajar yang dianut guru dalam implementasi proses belajar akan mempengaruhi bahan yang dipelajari, proses yang dilaksanakan dan hasil yang diinginkan. Proses belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi belajar yang digunakan dalam belajar. Prses pembelajaran yang dituntut kurikulum saat ini adalah proses pembelajaran yang dapat mengoptimalkan seluruh aktifitas siswa berdasarkan potensi yang dimilikinya.
Untuk menunjang proses pembelajaran, bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan pembelajaran. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga memungkinkan siswa untuk belajar. Bentuk bahan ajar yang digunakan bahan ajar cetak, Audio Visual, multimedia, audio dan visual
3.2 Saran
Guru harus senantiasa menjadi pembimbing dan pelatih yang baik bagi para mahasiswa serta guru harus selalu mempertimbangkan berapa banyak dari yang diajarkan itu masih diingat kelak oleh subjek belajar.






2 komentar: