Sabtu, 03 November 2012

Makalah manajemen berbasis sekolah



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga laporan ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.  Penulisan laporan yang berjudul “7 Komponen MBS di SDN 83 Gorontalo “.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari Ibu dosen mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) , serta berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan laporan ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis berharap dengan penulisan laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.

Gorontalo,  November  2011



Penulis
                                                                                                





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
1.2  Rumusan masalah
1.3  Tujuan pebelitian
1.4  Manfaat penelitian

BAB II PEMBAHASAN
1.1   Manajemen kurikulum dan program pengajaran
1.2   Manajemen tenaga kependidikan
1.3   Manajemen kesiswaan
1.4   Manajemen sarana dan prasarana
1.5   Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat
1.6   Manajemen layanan khusus

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju. Dengan keyakinan, bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjung pembangunan disegala bidang. Oleh karena itu, pendidikan perlu mendapatkan perhatian yang besar agar kita dapat mengejar ketinggalan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mutlak kita perlukan untuk mempererat pembangunan dewasa ini. Karena itu pendidikan yang bermutu perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
MBS adalah model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara bersama/partisipatif. Untuk memenuhi kebutuhan sekolah atau untuk mencapai tujuan sekolah dalam kerangka pendidikan nasional. Otonomi diartikan kemandirian, artinya otonomi sekolah adalah kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kebutuhan warga sekolah yang didukung kemampuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang undangan pendidikan nasional yang berlaku.  Pengambilan keputusan bersama merupakan cara pengambilan keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratis dimana warga sekolah langsung terlibat dalam pengambilan keputusan. Sekolah dapat memberdayakan warga sekolah berupa pemberian kewenangan, tanggung jawab, kebersamaan dalam pemecahan masalah serta pemberian kepercayaan dan penghargaan. Manajemen Berbasis Sekolah memiliki karateristik yang harus dipahami oleh sekolah yang akan menerapkannya yang meliputi komponen pendidikan dan perlakuannya pada setiap tahap pendidikan input, prose dan outputnya.


1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam laporan ini adalah apa saja yang menjadi kendala dan bagaimana cara mengatasi masalah atau kendala dalam Manajemen kurikulum dan progaram pengajaran, manajemen tenaga kependidikan, manajemen kesiswaan, manajemen keuangan dan pembiayaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, dan manjemen layanan khusus ?
                                                                                   

1.3  Tujuan Penelitian
1.   Mengetahui kurikulum dan progaram pengajaran ?
2.       Mengetahui manajemen tenaga kependidikan ?
3.       Mengetahui manajemen kesiswaan ?
4.       Mengetahui manajemen keuangan dan pembiayaan?
5.       Mengetahui manajemen sarana dan prasarana ?
6.       Mengetahui manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat ?
7.       Mengetahui manjemen layanan khusus ?

1.4  Manfaat penelitian
       Selain untuk mencapai tujuan maka suatu penelitian harus mempunyai manfaat yang sangat jelas. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi peneliti sendiri adalah untuuk dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang Manajemen Berbasis Sekolah.
2.      Bagi pemerintah, sebagai masukan dan bahan pertimbangan untuk lembaga pendidikan, khususnya SDN 83 Gorontalo dan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Gorontalo.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1             Manajemen kurikulum dan program pengajaran
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
2.2             Manajemen Tenaga Kependidikan
Masalah manajemen tenaga kependidikan di sekolah sebenarnya sudah secara konseptual telah jelas karena P3D (personel, peralatan, pendanaan, dan dokumen) sudah diserahkan ke daerah. Yang belum jelas adalah implementasinya. Sampai saat ini, perencanaan, rekrutmen, penempatan, pemanfaatan, pengembangan dan hal-hal lain yang terkait dengan manajemen tenaga kependidikan masih kurang jelas. Akibatnya, sulit memperoleh tenaga kependidikan di sekolah. Padahal, MBS menuntut kepala sekolah yang tangguh, yaitu kepala sekolah yang kuat manajemen dan kepemimpinannya.

Solusi:
Perlu dibahas secara intensif tentang manajemen tenaga kependidikan bahwa sehaerusnya kepala sekolah harus lebih mengerti dengan MBS khususnya manajemen tenaga kependidikan agar dapat segera mencari solusi kejelasan implementasi manajemen tenaga kependidikan karena kepala sekolah lebih tahu cara penempatan, pemanfaatan, dan pengembangannya.






2.3             Manajemen Kesiswaan
Ada tiga masalah utama yang perlu mendapat perhatian dalam bidang kesiswaan yaitu :
2.      Masalah kemajuan belajar dan evaluasi belajar
3.      Masalah bimbingan
Solusi
Sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap usaha mengembangkan kemajuan belajar siswa-siswanya. Kemajuan belajar ini secara periodik harus dilaporkan terutama kepada orang tua siswa. Ini semua merupakan tanggungjawab pimpinan sekolah. Oleh karena itu pimpinan harus tahu benar-benar kemajuan belajar anak-anak di sekolahnya, ia harus mengenal anak-anak beserta latar belakang masalahnya.
Masalah yang juga erat hubungannya dengan kemajuan belajar ini ialah masalah bimbingan. Tugas sekolah bukan hanya sekedar memberi pengetahuan dan ketrampilan saja, tetapi sekolah harus mendidik anak-anak menjadi manusia seutuhnya. Oleh karena itu tugas sekolah bukan saja memberikan berbagai ilmu pengetahuan tetapi juga membimbing anak-anak menuju ke arah kedewasaan.
2.4             Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Ada hal yang mengganjal dalam pembiayaan pendidikan di sekolah yaitu:
Akhir-akhir ini banyak protes dari masyarakat tentang mahalnya biaya pendidikan.
Padahal, sebenarnya biaya tersebut belum cukup untuk membiayai sekolah secara wajar.
Solusi :
Perlu adanya sosialisasi antar sekolah dan masyarakat saat adanya undangan rapat disekolah tentang rincian biaya pendidikan di sekolah sekolah.


2.5             Manajemen Saran dan Prasarana
Dari hasil yang dilihat, sebagian besar siswa justru berlajar dengan manajemen fasilitas seadanya. Itu dikarenakan banyak fasilitas tersebut rusak akibat anak-anak itu sendiri yang bermain dengan media media pembelajaran yang telah disediakan.
Solusi :
Yang terpenting adalah koordinasi dan kerjasama di antara semua pihak di dalam mengelola dan memelihara sarana dan prasarana sekolah agar tetap prima. Oleh karena itu para petugas yang berhubungan dengan sarana dan prasarana pesantren bertanggung jawab langsung dengan kepada kepala sekolah.
2.6             Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Dalam menjalin hubungan antara sekolah dengan masyarakat, ada beberapa kendala mendasar yang juga sangat berdampak pada keharmonisan hubungan tersebut sehingga hubungan antar sekolah dengan masyarakat menjadi tidak lancar. Kendalanya antara lain:
1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pendidikan dan juga pemahaman warga sekolah tentang apa dan bagaimana harusnya pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun.
2. Kurangnya komunikasi antara warga sekolah dan warga masyarakat, sehingga tercipta komunikasi satu arah antara sekolah dan warga masyarakat/ wali murid dan pada akhirnya sekolah tidak tahu keinginan masyrakatnya tetapi memaksakan keinginanannya pada masyarakat/ wali murid yang pada saat itu hanya terlibat pada aspek pembiayaan saja.Karena masyarakat hanya tahu dengan bantuan yang dimintakan sekolah dalam bentuk keunangan sehingga sering kali masyrakat marah.
Solusi :
Upaya-upaya penyelesaian kendala/ hambatan yang ada adalah sebagai berikut:
1. Sekolah harus memberikan informasi yang terpadu kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui seluruh program-program yang di adakan sekolah.
2. Hubungan sekolah dengan masyarakat harus dilakukan secara terus menerus, sehingga masyarakat tudak akan beranggapan bahawa mereka hanya dibutuhkan pada saat pembiayaan saja.
3. Setiap program yang diadakan oleh sekolah harus menyesuaikan karakteristik masyarakat dengan cara mengkonsultasikan dengan tokoh masyarakat.

2.7             Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus meliputi manajemen perpustakaan, kesehatandan keamanan sekolah. Manajemen layanan khusus disekolah in sudah berjalan dengan baik. Semua yang berhubungan dengan perpustakaan sudah lengkap dan dikelola dengan baik sehingga memungkinkan peserta didik untuk lebih mengembangkan dan mendalami pengetahuan yang diperolehnya di kelas. Segi kesehatan juga peserta didik diperhatikan sehingga sekolah menyediakan pelayanan kesehatan sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan berusaha meningkatkan program pelayanan melalui kerja sama dengan unit-unitdinas kesehatan setempat. Disamping itu, sekolah juga perlu memberikan pelayanan keamanan kepada peserta didik dan para pegawai yang ada di sekolahagar mereka dapat belajar dan melaksanakan tugas dengan tenang dan nyaman.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan beberapa kesimpulan:
  • Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan, keakraban/kebersamaan, dan kejujuran dan tanggung jawab.
  • Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan
  • Pemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalam memahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh.
  • Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadi program dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yang berkualitas.
3.2 Saran
1.      Seorang kepala sekolah, di samping harus mampu melaksanakan proses manajemen yang merujuk pada fungsi-fungsi manajemen, juga dituntut untuk memahami sekaligus menerapkan seluruh komponen MBS
2.      Kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan:
·         Menjabarkan sumber daya sekolah untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar,
·         Sebagai manajer perencanaan dan pemimpin pengajaran, dan
·         Mempunyai tugas untuk mengatur, mengorganisir dan memimpin keseluruhan pelaksanaan tugas-tugas pendidikan di sekolah





0 komentar:

Poskan Komentar